Selasa, 26 Maret 2013

TINGKATAN DALAM IMAN

Pengetahuan tentang tingkatan tingkatan iman ini sangat penting, tak lain agar kita disamping introspeksi diri sendiri, ketika berhadapan dengan Masyarakat masalah tingkatan tingkatan iman ini menjadi sebuah pertimbangan khusus. jangan sampai karena tidak mengetahui tingkatan tingkatan iman sehingga kita memperlakukan Masyarakat dengan ukuran yang awur awuran.

Dengan kata lain, tingkatan tingkatan iman itu adalah sisi dari psikologi Ummat, yang antara satu dengan yang lainnya saling berbeda dan berbeda pula cara penyikapan kita kepadanya.

Walaupun Iman itu bersifat Qolbiyyah atau simpanan hati, namun bagi orang yang jeli, tingkatan tingkatan iman dapat diketahui dari tingkat ketaatan seseorang, sikap dan prilakunya juga akan otomatis menjadi cermin dari tingkatan tingkatan iman yang ada.

( غرة )

Ghurrotun (masalah yang bagus)

مراتب الايمان خمسة :

Marotibul Iimaani Khomsatun

“tingkatan iman itu ada lima”,

اولها إيمان تقليد،وهو الجزم بقول الغير من غير ان يعرف دليلا،وهو يصح إيمانه مع العصيان بتركه النظر اي الاستدلال ان كان قادرا على الدليل.

Awwaluhaa Iimaanu taqliidin Wahuwal jazmu biqoulil ghoiri Min ghoiri an ya’rifa daliilan wahuwa yashihhu iimaanuhu Ma’al ‘ishyaani bitarkihinnadzro ayil istidlaala in kaana qoidiron ‘aladdaliili.

“tingkatan pertama adalah Iman Taqlid,yaitu berpegang teguh pada perkataan orang lain tanpa mengetahui dalil.orang yang demikian sah imannya,tetapi iman yang disertai kedurhakaan(berdosa),karena sebab meninggalkan memikirkan dalil,alias mencari dalil kalau memang masih mampu untuk mencarinya”,

ثانيها : إيمان علم وهو معرفة العقائد بأدلتها وهذا من علم اليقين، وكلا القسمين صاحبهما محجوب عن ذات الله تعالى.

Tsaaniihaa : Iimaanu ‘Ilmin wahuwa ma’rifatul ‘Aqoo-idi biadillatihaa wahaadza Min ‘ilmil yaqiini wakilal qismaeni shoohibuhumaa mahjuubun ‘an Dzaatillaahi Ta’aalaa.

“tingkatan yang kedua adalah iman Ilmu.yaitu mengetahui ‘aqo-Id beserta dalil dalilnya.dan hal tersebut termasuk ilmul yaqiin,,dan pemilik kedua bagian itu terhalang dari Dzat Alloh Ta’aalaa”.

ثالثها إيمان عيان،وهو معرفة الله بمراقبة القلب فلا يغيب ربه عن حاضره طرفة عين بل هيبته دائماً في قلبه كانه يراه.وهو مقام المراقبة ويسمى عين اليقين.

Tsaalitsuhaa Iimaanu ”Iyaanin.wahuwa ma’rifatullohi bimurooqobatil qolbi Falaa yaghiibu Robbuhuu ‘An khoothirihi thorfata ‘ainin bal haibatuhu daa-iman fii qolbihi ka-annahu YarooHu.wahuwa maqoomul murooqobati wayusammaa ‘ainal Yaqiini.

“tingkatan ketiga adalah iman ‘Iyaan,yaitu ma’rifat Kepada Alloh dengan muroqobah hati,sehingga tidak ‘hilang’ tuhannya dari Ingatan hati walau hanya sekejapan mata,bahkan rasa takutnya kepada Alloh itu abadi,selamanya di dalam hatinya,seolah2 Dia (Alloh) Melihat kepadanya.dan iman ‘iyan itu maqom Muroqobah,dan dinamakan Iman ‘Ainul Yaqiin”.

رابعها : إيمان حق وهو رأية الله تعالى بقلبه وهو معنى قولهم : العارف يري ربه في كل شيئ وهو مقام المشاهدة ويسمى حق اليقين وصاحبه محجوب عن الحوادث.

Roobi’uhaa : Iimaanu haqqin.wahuwa Ru’yatulloohi Ta’aalaa biqolbihi wahuwa ma’naa qoulihim:Al-’Aarifu yaroo Robbahu fii Kulli Syai-in wahuwa maqoomul musyaahadati wayusammaa haqqol yaqiini,washoohibuhu mahjuubun ‘anil hawaaaditsi.

“tingkatan ke empat adalah iiman Haq.yaitu Melihat Alloh Ta’aalaa dengan Hatinya.seperti perkataan para ulama,’orang ‘Arif itu melihat Tuhannya pada tiap2 sesuatu,dan iman haqq itu termasuk maqom musyahadah.dan di sebut dengan haqqul yaqiin,dan yang memilikinya itu terhalang dari perkara perkara baru(Makhluq)”.

وخامسها: إيمان حقيقة،وهو الفناء بالله والسكر بحبه فلا يشهد الا إياه كمن غرق في بحر ولم يرله ساحلا والواجب على الشخص احد القسمين الأولين.

Wakhoomisuhaa:

Iimaanu haqiiqotin.wahuwal fanaa-u Billaahi wassakru bihubbihi Falaa yasy-hadu illaa iyyaah.kaman Ghoroqo fii bahrin walam yaro Lahu saahilan.walwajibu ‘alasy-syakhshi ahadul ‘qismaenil-Awwaliin.

“tingkatan kelima (terakhir) adalah Iman Haqiiqoh.yaitu fana dengan mengingat Alloh,dan mabuk akan cinta kepada Alloh.maka Ia tidak melihat kecuali kepada Alloh,seperti orang yang tenggelam kedalam Lautan.dan Ia tidak melihat laut itu ada pantainya.dan Wajib atas Mukallaf mengetahui dua bagian yang telah disebut pertama”.

اما ثلاثة الاخر فعلوم ربانية يخص بها من يشاؤ من عباده.

Ammats-tsalaatsatu Al-Aakhoru,fa’uluumun Robbaaniyyatu yakhushshu bihaa man Yasyaa-u Min ‘ibaaddih.

“adapun tiga tingkatan iman Terakhir maka itu Di sebut ilmu2 ketuhanan,yang khusus diberikan kepada orang yang di kehendakiNya”.

Kasyifatussaja,Lisysyaikh al-imam al-’Alim,Alfadlil Abi ‘Abdil ‘Mu’thi Muhammad Nawawi Aljawi

Halaman 9 cetakan Daaru Ihya Alkutub al’arobiyyah.

Wallohu A’lam….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar